Senin, 03 Juni 2013

ini kota


embun masih saja tertawa, di antara ringkik riuh suara

di antara bising-bising knalpot kota

di antara trotoar dan kali-kali pesing

yang sebentar lagi akan menjelma

menjadi lapak-lapak dagangan

menjadi penampungan umpatan

atau genangan ludah-ludah pengendara

ini kota, kata embun

segalanya serba bisa

jembatan disulap menjadi ruangan, peristirahatan malam bagi orang-orang jalanan

jembatan bisa jadi tempat penantian, orang-orang yang kebelet menungguh kekasihnya                                            jembatan bisa jadi tempat merenggut nyawa                      bagi kawula yang putus asa karena cinta

atau janda-janda muda yang kesepian

atau pengusaha yang dililit hutang bermilyaran

jembatan kota, bisa saja


ini kota, bisa saja

orang berobat bukan hanya untuk kesembuhan sakitnya

ada juga memilih rumah sakit yang karena statusnya "Wah" cuma karena biar tidak malu sama tetangga

ini kota, tempat pembelanjaan bukan lagi sebagai tunggal cerita, tempat transaksi jual beli

melainkan juga tempat tongkrongan anak muda


ini kota, bisa saja

cerita pewayangan telah di simpan di keranda, sebab muda-muda mulai tidak suka,

apalagi tari yang itu-itu aja

tidak se-variatif korea katanya


ini kota, bisa saja

aku embun mulai tiada

sebab rerumputan tempat aku tinggal telah menyulap dirinya menjadi paving


                                                                                            Sanglah, 02 Juni 2013

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar